Ada seorang bunda mengeluhkan tabiat anak perempuannya yang sudah berumur 12 tahun ( sudah mulai remaja) tapi belum bisa bertanggung jawab atas kewajibannya sendiri, belum muncul sikap kemandirian disiplin diri.
Perlakuan yang dia lakukan dalam kesehariannya, membuat bunda pusing, mengapa demikian?.... karena kurang penanaman disiplin pada saat sejak dini, sekarang Bunda mulai merasakan begitu berat melihat tingkah laku anaknya, dan kebiasaan yang terus anaknya lakukan, dan ingat Bunda ini...........! kebiasaan itu terjadi akan terus berlanjut jika orang tua tidak ada upaya mengubah dan memperbaiki, " Bunda pasti berpikir dan mengucap dalam hati "suatu saat akan berubah dengan sendirinya jika sudah tiba waktunya" tapi itu tidak mungkin bunda.... menanamkan disiplin pada anak bukan hal yang baik, tapi perlu proses yang panjang dan untuk menanamkan disiplin bukan berarti orangtua membuat peraturan - peraturan yang kaku dengan sanksi yang menakutkan. Disiplin sebenarnya keteraturan terhadap sesuatu yang dilakukan dalam semua aspek kehidupan sehari - hari.
Suatu hari Bunda Mulai berpikir....Mulai kapan harus mendidik disiplin kepada anak?......Dan disiplin yang bagaimana yang hendak bunda terapakan pada anak - anak..... Sampai tiba akhirnya bunda menemukan jawabannya.....mari semua kita berpikir dan membiasakan dari sekarang .dan jangan sampai kasus ini terjadi pada para bunda - bunda yang nan jauh disana.
Marilah kita terapkan disiplin terhadap seorang anak itu dimulai sejak masih bayi, walaupun seorang bayi masih belum bisa membedakan antara siang dan malam. dan kita latih pola tidur dan pola minum susunya. hal ini adalah menjadi tugas ibu untuk membiasakan mereka untuk tidak bangun terlalu lama pada malam hari, bahkan pengaturan pola menyusui juga dapat diatur sesuai dengan umurnya sabagai pelatihan disiplin, dua atau tiga jam sekali adalah waktu yangn ideal untuk menyusui, sesuai anjuran dokter.
Contoh penerapan disiplin yang disesuaikan dengan umur anak:
Usia 5-6 tahun
- sudah bisa diusahkan untuk melaksanakan sholat lima waktu, meskipun tidak semua dilaksanakan, misalnya sholat dan sholat subuh, akan tetapi lebih baik anak dibiasakan bagun pagi2 untuk melaksanakan melaksanakan sholat shubuh dan sebagai pembelajaran disiplin bangun tidur, hal ini menjadi pelajaran bagi anak untuk tidak bermalas - malasan.
- Jadwal tidur sudah tetap diatur, siang dan malam jangan sampai anak kurang tidur.
- Pemberian tanggung jawab ringan atas kewajibannya lebih ditingkatkan, seperti merapihkan buku - buku usai belajar, merapikah mainan usai bermain, meletakan sepatu dan handuk pada tempatnya setelah dipakai dan menyiapkan keperluan - keperluan sekolah. hal in tentunya anak belum bisa sepenuhnya melaksanakan sendiri tetapi dengan pengarahan orangtua.
- Pengaturan jadwal menonton TV dan pengarahan acara yang boleh ditonton dan tidak boleh ditonton.waktu maghrib adalah waktu untuk mematikan TV samapi anak mengerjakan tugas tugasnya.
usia 6-8 Tahun
Kerana pada usia 6-8 tahun sudah mulai menunjukkan rasa tanggung jawab meski belum sepenuhnya tapi tetap selalu di arahkan
- Sholat lima waktu sudah mulai dibiasakan meskipun tetap ada toleransi, maksudnya belum semuanya dilaksanakan tetapi tentunya lebih ditingkatkan, karena saat anak sudah berusia 10 tahun anak sudah harus melaksanakan kewajiban sholat lima waktu sehinggga anak sudah siap dan sudah terbiasa melakukannya,
- Abu Daud (no. 495) dan Ahmad (6650) telah meriwayatkan dari Amr bin Syu'aib, dari bapaknya dari kakeknya, dia berkata, "Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,مُرُوا أَوْلادَكُمْ بِالصَّلاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ ، وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ ، وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ (وصححه الألباني في "الإرواء"، رقم 247)"Perintahkan anak-anak kalian untuk melakukan shalat saat usia mereka tujuh tahun, dan pukullah mereka saat usia sepuluh tahun. Dan pisahkan tempat tidur mereka." (Dishahihkan oleh Al-Albany dalam Irwa'u Ghalil, no. 247)
- Walau pun tidak ada pekerjaan rumah, belajar tetap harus tetap dibiasakan setiap hari, misalnya 30 menit tiap harinya. penting untuk terus mengecas atau mengulang - ulang pelajaran sekolah
- Jadwal mengaji juga perlu diperhatikan, biasanya mengikuti pengajian di masjid atau kalau tidak mengikuti pengajian di luar rumah dapat belajar sendiri di rumah dengan menentukan kapan waktu yang tepat, misalnya setelah sholat magrib.
- Bertanggung jawab memeliharan barang - barangnya sendiri, misalnya mencuci sepedanya sendiri, mencuci sepatunya sendiri merapihkan kamar tidurnya sendiri, mencuci piring bekas makannya sendiri dsb.
- Disiplin dalam menonton TV tetap harus dijaga
- Disiplin bermain dan disiplin tidur tetap harus diperhatiahn
- Tidur sebaiknya sudah dipisah dengan anggota keluarga lain, hal ini untuk membiasakan bila sudah umur 10 tahun anak sudah tidak takut lagi bila harus tidur sendiri. tetapi, bila kondisi rumah tidak memungkinkan dan mengharuskan tidur dalam satu ruangan sebaiknya tidak tidur dalam satu selimut dan jarak antara anak laki - laki dan perempuan berjauhan.


0 komentar:
Posting Komentar