Kesulitan semakin menjadi manakala orangtua sebagai individu dewasa ( Mature adult), merasa bahwa orangtua adala sesuatu yang alami, keahlian yang terjadi begitu saja tanpa harus belajar menjadi orangtua ( un- learned skill), Kebanyakan orang dewasa merasa bahwa menjadi ibu atau ayah adalah sebuah karunia atau "gift" dimana tanpa belajar pun Tuhan telah memberikan keterampilan yang dikenal sebagai naluri orangtua. Keyakinan seperti ini dapat menjadi orang dewasa menjadi amat berkuasa terhadap individu yang lemah dan tak berdaya ini. ketika anak membantah maka yang dilakukannya adalah memberikan bantahan sejenis, dengan memberikan hukuman secara fisik maupun non fisik pada anak. Orangtua tidak menyadari bahwa sikap menyerang ( hostility), serupa itu akan ditiru oleh anak dan direkam olehnya sabagai proses belajar. Semakin sering si anak di pukul,dicubit, ditendang, dicakar atau dijambak, maka semakin banyak anak belajar tentang rasa marah dan permusuhan kepada orangtua dan lingkungan sekitar. Sikap penolakan orang tua bukan hanya ditampilkan dan perbuatan fisik, namun juga ditampilkan dalam bentuk perilaku verbal melalui ucapan yang negatif, misanya dengan mengungkapkan kata mengutuk, kejam, sadis atau kasar padanya.pengasuhan orangtua yang mengandung aura penolakan kepada katagori (marah/agresif, mengabaikan, penolakan yang hanya dirasakan oleh anak). Penolakan dengan marah bersifat jelas dan terlihat dalam bentuk hukuman fisik maupun verbal, sementara mengabaikan merupakan sikap orangtua yang tidak memberikan perhatian kepada anak atau ketiadaan kontak fisik dan psikis dengan anak, dan yang terakhir adalah perasaan tidak dicintai, dihargai dan dikasihi yang dirasakan oleh anak.
Ketika anak merasakan penolakan terhadap dirinya, maka anak cenderung menjadi penakut, tidak merasa aman, mencari perhatian, iri bersikap menyerang dan penuh kemarahan, serta merasa kesepian. Banyak anak - anak yang diasuh dengan cara ini juga mengalami kesulitan yang sama ketika tumbuh dewasa, ia selalu berpandangan negatif terhadap dunia luar, rasa percayanya terhadap orang lain juga luntur.
Bersikap hangat bagi orangtua sebenarnya merupakan sebagian naluri sebagai orangtua dan sebagian merupakan proses belajar. menjadi orangtua yang hangat pada anak yang masih kecil, akan merasa lebih mudah. ciuman, pelukan, gendongan adalah sentuhan fisik yang kebanyakan diterima oleh seorang anak pada masa bayi dan kanak - kanaknya , tetapi seiring dengan pertambahan usianya, anak tumbuh menjadi individu yang matang secara fisik, emosi, moral dan daya fikirnya, sehingga orangtua melupakan kenyataan bahwa kehangatan tetap diperlukan bagi pembentukan emosi dan amoral anak pada usia ini hingga ia menjadi manusia dewasa kelak, oleh karena itu tetaplah menjadi orangtua yang hangat dan penuh kasih sayang berupaapun usia anak anda. Berilah anak - anak siuman dengan penuh kasih sayang, perlakukan mereka sebagimana anada ingin diperlakukan oleh mereka, Belailah kepala dan rambutnya dan ungkapkan perasaan sayang, sehingga anak - anak mengetahui besarnya cinta kasih itu. Ungkapkan juga pujian dan perasaan bangga sebagai cerminan bahwa hasil kerja kerasnya dihargai, dan berkata - katalah dengan lemah lembut, ucapkan kata - akat yang baik padanya, dan janganlah memaki di hadapannya, karena ketika itu terdengar, anak akan belajar menjadi orang yang suka mencela, sebaiknya jika anak dicintai dan diberi kasih sayang, anak juga akan belajar menjadi individu yang dapat mencintai orangtua dan orang - orang disekitarnya, dengan demikian anak juga akan belajar mengontrol emosinya di hadapan ornag lain, karena hanya anak - anak yang diasuh dengan kehangatanlah yang akan menjadi anak yang emosinya cerdas danterampil. ("Aan daryunah Theaa")


0 komentar:
Posting Komentar